| MENEGPORA: JEMBATAN SELAT SUNDA HARUS DIBANGUN |
| Breaking News | ||||||||
|
Selasa 06. of April 2010 16:34 Bandarlampung, Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga (Menegpora) Andi A Mallarangeng mengatakan, Jembatan Selat Sunda harus segera dibangun. "Kapan saja, jika sudah siap segera dibangun. Sebab selain untuk penghubung antarpulau, penyatu penduduk antarpulau, juga akan meningkatkan dan menumbuhkan roda perekonomian di daerah," kata dia di Bandarlampung, Selasa. Penjelasan Andi tersebut terkait pertanyaan mahasiswa dalam sebuah seminar di FISIP Universitas Lampung, yang menyatakan penduduk masih miskin namun pemerintah ingin membuat proyek besar. "Dalam bekerja semua harus dilakukan secara bersama. Artinya, masing-masing sektor berpikir untuk membangun negeri ini," katanya. Dia pun menjelaskan, ada proposal dari Malaysia yang ingin membuat jembatan antarpulau di dua negara, namun Presiden lebih memilih untuk menyelesaikan pembangunan Jembatan Selat Sunda. Menegpora pun mengingkatkan mahasiswa, bahwa kontrol sosial terhadap pemerintah dengan aksi-aksinya tetap dibutuhkan sepanjang tidak anarkistis. Namun tugas utama belajar harus dinomorsatukan, demi menghadapi era globalisasi, ujarnya. "Guna menghadapi era globalisasi tersebut, semua harus menyiapkan diri. Kunci utamanya adalah percaya diri," saran dia. Ia pun mengingatkan bahwa untuk menjadi manusia Indonesia modern minimal harus menguasai tiga bahasa yakni Indonesia, salah satu bahasa asing dan bahasa daerah. "Indonesia nomor satu, bahasa daerah harus dikuasai demi terus memupuk kebanggaan daerah, dan salah satu bahasa asing sebagai alat komunikasi dengan pihak luar," ujarnya. Andi mengharapkan adanya diaspora Indonesia ke seluruh penjuru dunia, maka ketika ada mahasiswa asing belajar di Indonesia harus diterima dan diberikan muatan lokal, mereka merupakan agen untuk mengembangkan budaya. (ant)
sumber: www.sinarharapan.co.id
Only registered users can write comments!
Powered by !JoomlaComment 4.0alpha3
!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."
|


