Home

Welcome!

PT Graha Banten Lampung Sejahtera

proudly present:

SUNDA STRAIT STRATEGIC AREA INFRASTRUCTURE
DEVELOPMENT WEBSITE

CopyRight © 2009 PT. GBLS.

All rights Reserved.

November 2018 December 2018
Su Mo Tu We Th Fr Sa
1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30

Who's Online

We have 14 guests online

Statistics

Content View Hits : 2601580

Statistik Pengunjung

Locations of visitors to this page
   

TW: Siapapun Pelaksananya yang Penting JSS Dibangun

Jakarta - Pemilik Artha Graha Network Tomy Winata mengaku akan selalu bersikap patuh dan loyal terhadap apapun keputusan resmi pemerintah pusat dan juga Pemda Lampung dan Banten. Hal ini terkait rencana revisi Peraturan Presiden No. 86 Tahun 2011 tentang Pengembangan Kawasan Strategis dan Infrastruktur Selat Sunda (KSISS), yang akan diputuskan hari ini.

Menurutnya apapun yang terjadi, sebagai bagian dari pemrakarsa JSS/KSISS, ia akan loyal menyesuaikan Perpres soal JSS. Tomy menganggap, aturan itu harus secara syah dan legal, demi kredibilitas Pemerintah dan presiden.

"Sikap ini kami ambil demi suksesnya pembangunan KSISS/JSS oleh siapapun pelaksananya yang dipercaya Pemerintah pusat/Pemprov, agar rakyat Indonesia, khususnya masyarakat Lampung/Banten terangkat kesejahteraannya," kata Tomy kepada detikFinance, Minggu malam (15/7/2012)....

Sumber :

http://finance.detik.com/read/2012/07/16/095426/1966007/4/tw-siapapun-pelaksananya-yang-penting-jembatan-selat-sunda-dibangun

JSS Satukan Indonesia dengan Asia
User Rating: / 1
PoorBest 
Breaking News
Rabu 12. of Agustus 2009 14:13

Jembatan Selat Sunda (2-habis)

OLEH: SYAFNIJAL DATUK SINARO


Bandar Lampung – Jembatan Selat Sunda (JSS) sangat strategis karena tidak saja menjadi penghubung antara Pulau Sumatera dengan Jawa, tetapi menyatukan Indonesia dengan Asia. Ini karena JSS merupakan kelanjutan dari Trans Asia Highway dan Trans Asia Railway yang telah direncanakan Bank Dunia bersama negara-negara Asia untuk dibangun.

“Untuk itu jika saja hubungan antara Indonesia dan Malaysia membaik maka Jembatan Selat Malaka (JSM) bisa direncanakan bersama yang menjadi penghubung Indonesia dengan Asia,” ujar Ansyori Djausal, Pembantu Rektor IV Universitas Lampung (Unila), Minggu (9/8).

Menurut mantan dekan Fakultas Teknik Unila yang juga pakar konstruksi ini, Malaysia dan Singapura sangat berkeinginan dan berkepentingan membangun JSM. Ini karena selain akan mempermudah pasokan bahan baku berupa karet, sawit, kopi dan kakao untuk industrinya, juga akan sangat menguntungkannya dalam hal pariwisata. Saat ini Singapura dan Malaysia merupakan negara tujuan wisata utama di Asia dan sebagian besar wisatawan yang berkunjung ke kedua negara itu berasal dari Indonesia.


Dengan adanya JSM dan Trans Asia Railway dan Trans Asia Highway, turis-turis dari Indonesia akan membanjiri objek-objek wisata Malaysia dan Singapura. Begitu pula sebaliknya turis-turis dari berbagai negara di Asia akan dengan mudah dan murah bisa mengunjungi objek wisata di Sumatera, Jawa dan Bali.
Adanya rangkaian jalan, rel dan jembatan akan sangat menguntungkan, tidak saja bagi Lampung, tapi Sumatera sebagai daerah perlintasan. Dengan ramainya lalu lintas maka berbagai sektor ekonomi akan tumbuh, mulai dari rumah makan/restoran, SBPU, objek wisata, hotel/penginapan dan lain-lain.
Senada dengan Ansyori, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Lampung Erwin Nizar menambahkan, masyarakat Lampung berharap JSS segera dibangun.


Sebab seperti Jembatan Suramadu, JSS akan menjadi objek wisata baru yang diunggulkan. Pesona JSS akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk mengunjungi Indonesia. Apalagi jika di pulau-pulau yang dilewati JSS dibangun objek-objek wisata.
Kalau selama ini setiap musim liburan ratusan ribu warga Lampung yang berbondong-bondong mengunjungi objek wisata yang tersebar di Pulau Jawa dan Bali, jika JSS dibangun maka akan terjadi sebaliknya, sehingga sektor pariwisata Lampung akan tumbuh pesat. Ini akan membawa efek domino ke berbagai sektor lainnya.

Jadi, ujar Erwin, semakin cepat JSS dibangun maka sektor pariwisata Lampung akan melesat. Diakuinya, selama ini Selat Sunda merupakan bottle neck dalam sektor transportasi yang berdampak buruk terhadap kemajuan sektor pariwisata. “Orang yang berminat berkunjung ke Lampung akan surut minatnya begitu dapat kabar penyeberangan macet, terutama musim liburan dan sepanjang Lebaran,” ungkapnya.
Padahal, lanjutnya, dibandingkan dengan daerah tujuan wisata lainnya, Lampung tidak kalah. Selain memiliki objek wisata yang spesifik, seperti sekolah gajah Taman Nasional Way Kambas, Taman Nasional Bukit Barisan Selatan dengan aneka flora dan fauna langkanya, Lampung juga kaya dengan wisata budaya. Di Lampung terdapat peninggalan-peninggalan bersejarah, juga dihuni berbagai suku di Indonesia yang menjadikan Lampung sebagai Indonesia mini. Bahkan untuk wisata pantai, di Pantai Tanjungsetia, Krui Lampung Barat merupakan tiga terbaik untuk berselancar di Indonesia di samping Bali dan Nias.

Tingkatkan Investasi
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Daerah Lampung Yusuf Kohar yakin JSS akan menjadi pemicu tumbuhnya investasi di Lampung. Artinya begitu JSS rampung maka berbagai industri di Jabodetabek dan Banten yang sudah penuh sesak akan membanjiri Lampung karena sudah tidak terkendala dalam transportasi ke pasar utama di Jawa. Apalagi Lampung juga memiliki pelabuhan laut internasional yang memudahkan untuk kegiatan ekspor impor.
Hanya Yusuf mengingatkan agar pemerintah provinsi dan kabupaten/kota mengelolanya dengan baik. Maksudnya, pembebasan lahan yang selama ini menjadi kendala utama investasi di Lampung bisa diatasi. Dia mencontohkan, permbangunan Jalan Lintas Pantai Timur (Jalinpatim) dari Bakauheni-Menggala yang masih belum rampung karena terkendala ganti rugi lahan. Padahal, ungkap Yusuf, seharusnya Jalinpatim tersebut sudah selesai.
“Pemerintah jangan lagi memotong-motong dana ganti rugi dan warga pemilik lahan jangan pula semaunya menaikkan harga tanah. Dengan adanya industri di daerah, bukan saja harga tanah yang naik, tapi juga akan membawa efek positif untuk tumbuhnya sektor ekonomi masyarakat lainnya di daerah ini,” ujar Yusuf kepada SH, Senin (10/8).


Demikian pula perizinan, Yusuf berharap lebih dipermudah. Jangan karena banyak pengusaha yang berminat membuka usaha di Lampung justru dipersulit sehingga akan berdampak buruk terhadap iklim investasi di daerah ini. Termasuk sarana dan prasarana lainnya, seperti jalan raya dan energi listrik harus tersedia cukup.


Jadi, lanjut Yusuf, bagi pengusaha, JSS sangat menguntungkan karena selain memperlancar transportasi juga menghemat waktu dan biaya. Saat ini untuk menyeberangkan barang menggunakan kapal feri di Selat Sunda membutuhkan waktu sekitar tiga hingga tiga setengah jam.
“Itu kalau lancar. Tapi, pada musim liburan dan sepanjang Lebaran truk bisa antre berhari-hari. Bisa dibayangkan berapa kerugian yang diderita pengusaha. Apalagi makin lama jumlah kendaraan yang mau menyeberang makin banyak, sementara kapal-kapal yang tersedia makin tua dan sering rusak,” ungkapnya.
Karena itu, tambahnya, pengusaha berharap JSS segera dibangun. Hanya ia mengingatkan agar kontruksinya sesuai dengan kondisi alam di Selat Sunda yang memiliki gunung berapi dan laut dalam.


Yusuf menambahkan, para pengusaha di Lampung mendukung upaya Gubernur Lampung Sjachroedin ZP untuk mempercepat JSS. Apalagi 10 gubernur se-Sumatera telah menandatangani kesepakatan untuk mewujudkan proyek besar tersebut. Demikian pula nota kesepahaman antara Gubernur Lampung, Gubernur Banten, dan investor sudah lama ditandatangani. Direncanakan JSS akan dibangun berupa jembatan gantung setinggi 70 meter di atas permukaan laut dengan panjang 29-30 kilometer yang terbentang dari Bakauheni ke Merak.


Dua jembatan gantung dengan bentang 3,5 kilometer akan dibangun antara Pulau Ular dan Sangiang, serta sepanjang 3,5 kilometer lainnya jembatan konvensional akan dibangun antara Pulau Sangiang dan Pulau Prajurit. JSS memiliki lebar 60 meter yang terbagi atas tiga lajur jalan kendaraan roda empat di kanan dan kiri, double track untuk kereta, dan satu lajur di kanan dan kiri untuk jalur motor. Sementara itu, rongga di bagian bawah jembatan bisa dimanfaatkan untuk menempatkan pipa gas, kabel telekomunikasi dan listrik dari Sumatera ke Jawa.

sumber: http://www.sinarharapan.co.id/berita/read/jss-satukan-indonesia-dengan-asia/jembatan/

Comments
Search
halim     |125.208.174.xxx |2009-08-16 02:30:42
Kapan para gubernur sesumatra plus banten akan men desak pemerintah pusat untuk
segera dibuat payung hukumnya, agar mega proyek ini cepat terwujud
patriot   |125.208.174.xxx |2009-08-16 02:33:32
SBY harus secapatnya me-realisasi-kan proyek pemba ngunan JSS. Karena saat kampa
ye JSS perna dijanjik an di Lampung
anak bangsa   |125.208.174.xxx |2009-08-16 02:34:44
payung hukumnya lebih cepat lebih baik
rastra  - Student     |125.165.169.xxx |2009-08-17 16:20:03
saya pikir, JSS bakal memberi percepatan 5-10 kali untuk pembangunan khususnya
lampung dan banten um unya Indonesia tercinta ini. saya sebagai salah sa tu warg
a lampung turut mendukung pembangunan ini. semoga Allah SWT memberi kemudahan u
ntuk ini, amin n...
erya   |202.182.183.xxx |2009-08-20 08:46:53
:angry :
: pinch: :wooho
o: perasaan jadi campur aduk...............susah ngeb
ayanginyaaaaaa aaaaaaaaaaa
kendasalisodho   |61.32.109.xxx |2009-08-23 09:08:39
cantoh korea selatan membangun jembatan tidak tanggung2..demi kelancaran
arus ekonomi dan k esejahteraan masyarakanya
baytihasanah  - message     |202.182.49.xxx |2009-08-30 01:36:27
qta harus menymbut baik kemajuan teknologi Indonesia ini...
menjdik
an Indonesia lebih ba ik di bidang teknologi merupakan tugas qt bersama sebgai
anak bangsa...
tapi perlu diingat agar qt teta menjaga dan merawat'y :chee
r: jangan sepe rti orang kampungan yang "membesituakan" a pa yang ada di
sutamadu...
rezaboy  - jgn melawan kekuatan alam   |125.161.221.xxx |2009-09-04 14:55:44
syah2 saja bangun JSS,tp kalo bs di tela'ah dulu y g matang,timbang uang di hamb
urkan tuk bangun JSS yg blm tentu faktor alam mendukung seperti patahan lempen
g bumi di sumatra,dan adanya anak gunung kr akatau kalo dia udah meletus kan pas
ti ada gempa,m ending buat bangun yg lain aja,ngapain di paksain pinjem uang ke
luar negeri kalo rakyat jg yg harus susah membayarnya,benahin dulu yg kecil2 p
royekny a,seperti jalan di pedesaan,jalan trans sumatra,tr ans kalimantan,trans
sulawesi,dll,di bali aja gak ada jembatan tp kok daerahnya bs maju,iya kan...,g
itu aja dch,n jgn lupa kalo bs brantas korupsi,ato makmurin dulu rakyatnya bar
u kalo negara ini mo d i korupsi gpp,tp kalo bs jangan,kan korupsi itu do sa,gak
takut ya ma dosa....,trim'ssssssss
Only registered users can write comments!

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."

 

JSS Gallery

Polls

Apakah perlu percepatan Pembangunan Jembatan Selat Sunda
 
Jembatan Selat Sunda, Powered by SCBDnet