Home

Welcome!

PT Bangungraha

Sejahtera Mulia

proudly present:

SUNDA STRAIT BRIDGE website.

CopyRight © 2009 PT. BSM. 

All rights Reserved. 

September 2010 October 2010
Su Mo Tu We Th Fr Sa
1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30

Who's Online

We have 28 guests online

Statistics

Content View Hits : 407440

Statistik Pengunjung

Locations of visitors to this page
Banner
Banner
Banner
Banner
   
Anyer Akan Dijadikan Kawasan Strategis Nasional
Written by tempointeraktif.com   
Wednesday, February 10 2010 00:00

TEMPO InteraktifSerang -  Kawasan wisata Anyer yang terletak diwilayah Kabupaten Serang Banten akan dijadikan sebagai kawasan strategis nasional oleh pemerintah pusat dan daerah. Hal ini tertuang dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2009-2029 dan Rencana Tata Ruang Nasional (RTRWN) 2010-2014.

“Di dalam pembahasan RTRW dan RTWN yang diselenggarakan pemerintah pusat dan daerah, Anyer akan di jadikan sebagai kawasan strategis nasional,” kata Muhamad Haris, Ketua Komisi IV DPRD Provinsi.

Haris mengatakan, ditetapkannya Anyer sebagai kawasan strategis nasional itu, seiring akan dibangunnya Jembatan Selat Sunda. Karena, titik utama pembangunan jembatan ada di Kecamatan Anyer. “Untuk sekarang ini, Anyer tidak hanya berfungsi sebagai kawasan obyek wisata. Tetapi, Anyer juga menjadi titik utama pembangunan JSS yang ditetapkan pemerintah pusat,” ujarnya.

Haris juga menengatakan, ada beberapa faktor yang mendorong pemerintah menjadikan wilayah Anyer sebagai kawasan strategis nasional, diantaranya, Anyer merupakan tempat wisata yang banyak dikunjungi wisatawan baik domistik maupun mancanegara dan Anyer bakal dikembangkan menjadi pusat perekonomian tingkat nasional.

“Saat ini, kami tinggal mendorong pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan JSS. Ini semua kami lakukan demi kepentingan dan kesejahteraan masyarakat Banten,” ujar Haris.

Sebelumnya, perwakilan dari Artha Graha Network (AGN) Wiratman Wangsadinata mengatakan, terpilihanya wilayah Kecamatan Anyer menjadi titik pembangunan tersebut lantaran sangat memudahkan untuk melakukan penyeberangan hingga sekitar Bakaheuni Provinsi Lampung dengan melalui Pulaui Sanghiang.

Namun demikian, pihaknya juga memikirkan dampak lingkungan hidup, dimana proyek JSS jika tidak dirancang dengan baik tentu akan berdampak pada kondisi lingkungan hidup di wilayah pembangunan dan pengembangan.

sumber:  www.tempointeraktif.com

 
Perpres Jembatan Selat Sunda sudah Rampung
Written by Administrator   
Thursday, February 04 2010 00:00
Hatta Rajasa

Program pembangunan Jembatan Selat Sunda terus bergulir. Landasan hukum berupa Peraturan Presiden (Perpres) guna mengkaji pembangunan jembatan yang menghubngkan pulau Jawa dan Sumatera itu sudah keluar.

Menteri Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, dalam perpres itu pemerintah membentuk tiga kelompok kerja untuk membahas pembangunan Jembatan Selat Sunda. "Perpresnya sudah ditandatangani dua minggu lalu," kata Hatta usai pembukaan rapat pimpinan Kementerian Luar Negeri di Istana Negara, Kamis (4/2).

Tiga kelompok kerja itu untuk mengakaji tiga hal. Pertama, kelayakan teknis seperti kondisi geografis, ketahanan terhadap gempa. Kedua, mengkaji tata ruang dan potensi peningkatan perekonomian dengan adanya jembatan itu.Ketiga, mempelajari kondisi dan pengaruh pembangunan jembatan itu terhadap kondisi sosial dan kultural masyarakat.

Sekadar informasi saja, pada Agustus 2009 lalu sudah dilakukan studi kelayakan awal pembangunan jembatan selat sunda oleh PT Bangungraha Sejahtera Mulia. Hasil kajian itu menyatakan untuk membangun jembatan dengan panjang lebih dari 30 kilometer itu butuh dana sebesar Rp 100 triliun.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Banten maupun Lampung sepakat bahwa jembatan selat sunda memang dibutuhkan lantaran kondisi lalulintas dan pengguna Pelabuhan Bakauheni dan Merak sudah padat. Menteri Sekretaris Negara, Sudi Silalahi menambahkan ketiga kelompok kerja itu bertugas dibawah koordinasi Menko Perekonomian. "Tahapan proyeknya untuk jangkan panjang dan kalau jadi akan bagus buat ekonomi wilayah sekitar," katanya.

Hans Henricus 

sumber: http://www.kontan.co.id 

 
Perpres Jembatan Selat Sunda Sudah Terbit
Written by Administrator   
Thursday, February 04 2010 15:52
Hatta Rajasa

 Jakarta - Peraturan Presiden (Perpres) terkait pembangunan jembatan Selat Sunda telah terbit. Tim pelaksana terkait proyek jembatan yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera ini pun akan segera dibentuk.


"Sudah dua minggu yang lalu (Perpres) kalau tidak salah," kata Menko Perekonomian Hatta Rajasa di Istana Negara, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (4/2/2010).

Dalam Perpres itu, lanjut Hatta, akan diatur mengenai pembentukan tim teknis dan kelompok kerja yang berkaitan dengan teknis, teknologinya, gempa, dan sebagainya.

"Juga analisis kedua dari sisi sosial, dan ketiga dari sisi tata ruang," tambahnya.

Hatta menjelaskan, sesuai Perpres itu akan dibentuk tiga kelompok kerja. "Ada yang soal teknis, ada yang tata ruang dan keekonomian, dan ada yang menyangkut sosial," tutupnya.

Diperkirakan proyek pembangunan Selat Sunda ini membutuhkan dana kurang lebih sebesar Rp 100 triliun, dan waktu pembangunan mencapai 8-10 tahun. Pemerintah akan menggandeng pihak swasta dalam pembangunan jembatan dengan panjang sekitar 29 km tersebut.

sumber: http://www.detiknews.com 

Last Updated on Friday, February 05 2010 10:35
 
Jembatan Selat Sunda Masuk Prioritas
Written by Administrator   
Thursday, February 04 2010 15:41

Kondisi Pelabuhan BakaheuniJAKARTA, KOMPAS.com — Pembangunan Jembatan Selat Sunda dengan perkiraan dana investasi 10 miliar dollar AS atau Rp 100 triliun mulai ditawarkan pemerintah melalui buku Private Public Partnership atau proyek yang dikerjasamakan antara pemerintah dan swasta.

"Proyek prioritas merupakan proyek yang sudah punya studi kelayakan, tergolong layak secara hukum, baik teknis maupun keuangannya".

 

"Itu artinya, proyek Jembatan Selat Sunda masuk dalam kerangka kerja yang menjadi prioritas utama pemerintah," kata Deputi Bidang Sarana dan Prasana, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Dedy S Priatna di Jakarta, Kamis (4/2/2010), seusai menghadiri Rapat Kerja antara Komisi XI DPR RI dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Bappenas Armida Alisjahbana.

Buku PPP adalah panduan yang disusun Bappenas sebagai acuan bagi calon investor dalam memilih proyek infrastruktur yang menjadi prioritas. Dalam buku tersebut, pemerintah menawarkan 87 proyek senilai 34,139 miliar dollar AS atau setara Rp 375,529 triliun, yang sebagian di antaranya merupakan proyek yang siap dijalankan.

Last Updated on Friday, February 05 2010 10:19
Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 4 of 17

Login Form



JSS Gallery

Polls

Apakah perlu percepatan Pembangunan Jembatan Selat Sunda
 
Banner
Banner
Banner

 

 

Banner
Banner
Banner

Designed by:
Free Wordpress themes Joomla Templates
Ecommerce hosting
Jembatan Selat Sunda, Powered by SCBDnet